<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-11285422</id><updated>2011-04-21T16:39:06.816-07:00</updated><title type='text'>simplicity</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://the-simplicity.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11285422/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-simplicity.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>estie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10555379268531662779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11285422.post-111858210742673987</id><published>2005-06-12T05:49:00.000-07:00</published><updated>2005-06-12T07:21:17.053-07:00</updated><title type='text'>Cerita bersambung....</title><content type='html'>Mungkin cara ini ampuh untuk memantapkan hati supaya segera ngeblog. Langsung dan tanpa pikir panjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum 2 jam aku nyampe Bekasi setelah nemenin temen jalan-jalan ke Bogor dan Puncak.&lt;br /&gt;Karena masih di Bekasi, tempat kost Ririn, aku ingatkan diriku untuk membayar utang, kirim photo kami (aku,Ririn,adikku yang di Yogya dan temen kuliahnya)untuk adikku yang di Yogya. Namanya utang (karena aku sudah janji) kalo belum dilunasi rasanya...,ya,gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mandi, shalat, aku segera melarikan diri ke warnet ga jauh dari kost Ririn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil nunggu photo discan dan dikirim via e-mail, sesuai permintaannya, aku sambil buka2 blog2 tapi rasanya ga semangat. Menyapa beberapa blogger. Masih juga lesu darah. Buka blog sendiri, baru ada segelintir cerita. Duh, tetep aja ga bergairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kupikir lebih baik berbagi cerita aja mumpung masih anget. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berdua dengan temen akrabku dari Palembang. Kemarin jam 10 lewat kami berangkat dari Bekasi ke terminal Bekasi yang kemudian dilanjutkan naik bis non AC menuju Bogor. Ternyata ga sama dengan ketika beberapa bulan lalu aku ke Bogor berdua Ririn. Waktu itu ke Bogor lebih kurang 2 jam dan ongkosnya Rp.6.500,-. Kali ini, disamping perjalanan lebih lama karena macet, ternyata ongkosnyapun beda, Rp. 7.500,-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami nyampe' Bogor jam 1 lebih. Langsung kami naik angkot ke Kebun Raya Bogor, tujuan utama temanku itu. Sampe' di KRB, setelah shalat kami jalan melalui jalanan mulus yang menuntun kami menyusuri kebun yang sangat kaya akan floranya ini. Walaupun sudah beberapa kali kesini, tapi aku ga pernah bosan mengagumi indahnya, kayanya dan rimbunnya tanaman disini. Walaupun perut sudah waktunya diisi, tapi kami belum membuka bekal yang kami bawa. Nasi, tumis tempe pedes, sambel mateng, tahu goreng, ikan asin, timun, kangkung rebus, kecuali agar2 yang kubuat semalem, sengaja kumasak pagi2 biar rasanya tetep enak untuk makan siang ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami menemukan tempat yang kuceritakan ke temanku itu yang merupakan tempat yang nyaman untuk makan siang dan mulai menyantap bekal kami. Di depan istana Bogor di pinggir danau kecil yang ditengah2nya ada 'pulau' kecil yang karena hari sudah mulai sore, hampir jam setengah 4, burung2 penghuninya mulai beterbangan. Apa, ya, kata yang tepat untuk mengungkapkan indahnya suasana saat itu? Wuih....pokoknya begitu indah, mempesona, dst, dst... Susah mencari kata-kata yang tepat untuk menguraikan keindahannya... Sampai-sampai makanku terhenti beberapa saat karena keasyikan manikmati dan mengagumi pamandangan di depan mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tau, ga, apa yang kupikirkan saat itu selain kehebatan Pencitanya? Aku sangat ini menikmati kebahagiaan yang kurasakan saat itu bersama orang-orang yang aku sayangi. Sangat ingin..... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, karena ada keperluan, ceritanya kupotong. Nanti kalo' ada kesempatan, akan kusambung lagi....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11285422-111858210742673987?l=the-simplicity.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-simplicity.blogspot.com/feeds/111858210742673987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11285422&amp;postID=111858210742673987' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11285422/posts/default/111858210742673987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11285422/posts/default/111858210742673987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-simplicity.blogspot.com/2005/06/cerita-bersambung.html' title='Cerita bersambung....'/><author><name>estie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10555379268531662779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11285422.post-111181322727501669</id><published>2005-03-25T20:47:00.000-08:00</published><updated>2005-03-25T21:00:27.276-08:00</updated><title type='text'>M A A F....</title><content type='html'>Maafkan aku&lt;br /&gt;Ketika lakuku&lt;br /&gt;Tak sesuai harapmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(13 Maret 2005)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11285422-111181322727501669?l=the-simplicity.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-simplicity.blogspot.com/feeds/111181322727501669/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11285422&amp;postID=111181322727501669' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11285422/posts/default/111181322727501669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11285422/posts/default/111181322727501669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-simplicity.blogspot.com/2005/03/m-a-f.html' title='M A A F....'/><author><name>estie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10555379268531662779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11285422.post-111056159949563276</id><published>2005-03-11T08:06:00.000-08:00</published><updated>2005-03-11T09:19:59.496-08:00</updated><title type='text'>AKU NEMU DUIT.....</title><content type='html'>Rencananya, sih, aku baru mo ngeblog besok. Malam ini aku pengen tidur lebih awal. Ngantuk banget, setelah kemarin malem aku tidur jam 2.30an gara-gara keasyikan ngobrol sama adikku, Ririn. Dan siang tadi aku cuma tidur sebentar di bus menuju dan dari suatu tempat wisata. (Tentang kepergian ke tempat wisata ini Insya Allah akan aku ceritakan nanti).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir jam 9 malem tadi aku dan Ririn mo keluar untuk makan malam. Di jalanan ga' jauh dari tempat kost Ririn, kakiku hampir menginjak kertas berwarna agak gelap tapi ternyata mataku lebih jelas mengenali bahwa itu uang. Karena lampu di sekitar tempat itu lumayan terang, sebelum aku mengambil kertas berharga itu aku sudah bisa mengenali bahwa itu uang 20 ribuan yang dalam keadaan terlipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kuambil, kok kaya'nya lembar 20 ribuan ini ga' sendirian. Sepertinya ada lembaran lain yang menemaninya. "Rin, kaya'nya lebih dari 20 ribu.." aku bilang ke Ririn. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu mulai membuka sedikit lipatannya, aku, kok, bukannya senang karena bisa jadi aku akan "mendapat" uang banyak, tapi malah jadi gemetar dan takut untuk membukanya. Ririn mendesakku untuk membukanya karena penasaran. Kubuka perlahan... ternyata teman lembar 20 ribuan itu adalah uang 10 ribuan. Dan..... ternyata mereka masih &lt;br /&gt;memiliki teman-teman yang lain. Waduh, jadi deg-degan, nih....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rin, Mbak ga' berani bukanya... Mbak deg-degan. Takut!"&lt;br /&gt;"Napa mesti takut, Mbak? Kita, 'kan cuma mo lihat.." adikku memberi alasan.&lt;br /&gt;"Benar juga, ya", pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku meneruskan membuka lipatan uang itu masih dengan perasaan takut dan tangan gemetar. "Hah?... Lima puluh ribuan! 2 lembar!! Ya, Allah, Rin..jumlahnya 130 ribu!!"&lt;br /&gt;Aku tambah deg-degan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rin....uang sebanyak ini! Gimana nasib orang yang kehilangan ini, ya? Kasihan banget. Ayo kita check, siapa tau ada orang yang sedang mencari-cari".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kami putuskan untuk balik arah dengan harapan melihat orang yang tampaknya kehilangan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Atau jangan-jangan uang Bapak yang tadi sedang bayar Duren?". Kami berpendapat demikian karena waktu kami lewat tadi kami lihat ada Bapak yang sedang membeli dan membayar duren. Memang tempatnya ga' sama dengan tempat kami menemukan uang tadi, kira-kira berjarak 10 meter. Tapi ternyata ga' ada orang lagi di sekitar situ. Sambil kembali meneruskan arah semula, kami tetap pasang mata dan memperhatikan setiap orang yang kemudian lewat di jalan itu. Tak terkecuali pengendara motor. Tapi ternyata mereka "baik-baik" saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bilang sama Ririn bahwa aku bukannya senang menemukan uang sebanyak ini tapi malah sedih. Kepikiran nasib orang yang kehilangan uang itu. Kalo' cuma seribu rupiah, ga' terlalu  jadi pikiran. Tapi kalo' sudah sebanyak itu, waduh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku langsung kirim sms ke temenku dan ngasih tau tentang kejadian yang baru kualami. Beruntungnya aku punya teman seperti dia:). Dia ngasih pendapat yang akhirnya bisa lumayan menenangkan perasaanku walaupun hatiku tetep deg-degan dan masih kepikiran sama orang yang malang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami teruskan untuk ke warung nasi. Dalam perjalanan Ririn sempat berguman, "Ada, lho, Mbak orang nyupang dengan cara sengaja membuang uang di jalan".&lt;br /&gt;Walau aku tau dia ga' bermaksud menakuti aku tapi tak urung aku jadi bergidik dan jadi tambah takut. Siapa, coba, yang mau jadi tumbal... hhhihhh... seremmm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bilang sama Ririn kalo' aku mo ngeblog dan cerita hal ini. Mungkin bisa membuat lebih tenang hatiku. Ririn mengusulkan supaya ceritanya besok saja. Tapi kalo' malam ini aku ga' cerita, aku bisa susah tidur. Dengan cerita, paling ga' aku punya harapan untuk memperoleh alternatif jalan keluar yang harus kulakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang itu masih ada padaku dan ga' berani kuapa-apain. Aku berharap, malam ini Allah membantuku menunjukkan jalan keluar terbaik apa yang harus aku lakukan dengan uang itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11285422-111056159949563276?l=the-simplicity.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-simplicity.blogspot.com/feeds/111056159949563276/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11285422&amp;postID=111056159949563276' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11285422/posts/default/111056159949563276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11285422/posts/default/111056159949563276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-simplicity.blogspot.com/2005/03/aku-nemu-duit.html' title='AKU NEMU DUIT.....'/><author><name>estie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10555379268531662779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11285422.post-111034182883976772</id><published>2005-03-08T19:14:00.000-08:00</published><updated>2005-03-08T20:17:08.840-08:00</updated><title type='text'>AKHIRNYA AKU PUNYA BLOG...</title><content type='html'>Memang sulit memulai sesuatu yang kita yakin kita ga bisa melakukannya (bukan kita ga yakin kita bisa melakukannya). Setidaknya itu menurutku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku pernah punya banyak keinginan. Diantaranya menjadi penulis yang karyanya bisa dinikmati orang banyak. Tapi karena keyakinan diri bahwa aku tidak mampu akhirnya keinginan itu tak kupedulikan lagi. Bagaimana bisa menjadi penulis kalau membalas surat saja malas, menulis diary juga nggak rutin dan kumudian malah ga punya keinginan untuk mengabadikan kejadian-kejadian yang kualami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan untuk menulis itu muncul lagi ketika seorang temen memperkenalkan suatu wadah yang sama sekali baru bagiku, yaitu BLOG, kira-kira sejenis buku harian terbuka yan bisa dibaca oleh siapa saja, dimana kita bisa berbagi cerita kepada dunia (lebih kurang begitu dia menjelaskannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca beberapa blog, membuatku kagum karena mereka (para blogger) bisa begitu lancar menulis sehingga cerita-cerita yang mereka sampaikan terasa "hidup" dan enak dibaca. Dengan membaca blog mereka, walau ga kenal secara langsung pemiliknya kita bisa mengetahui tentang mereka dan seolah-olah kita berada di dekat mereka karena kita tau apa kegiatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring kekagumanku akan kemampuan mereka itu, muncul rasa pesimis (sepertinya ini salah satu sifatku) akan kemampuanku untuk menuangkan cerita yang ingin kusampaikan. Aku khawatir kalau ternyata nanti isi blog-ku akan terlihat sangat berbeda dari mereka. Berbeda karena isi tulisan yang tidak karuan, bahasa yang kacau balau dan kekhawatiran-kekhawatiran lain yang menyurutkan keinginanku untuk membuat blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kemudian karena dia kerap membicarakan tentang blog dan asyiknya bisa berbagi cerita, aku jadi tergoda untuk mempunyai blog sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena begitu semangatnya, aku mengabaikan kelemahanku yang bisa dibilang telmi dan gatek. Walaupun sudah diberitahu caranya tapi ketika berhadapan langsung dengan komputer dan buka websitenya ternyata aku ga bisa menemukan tampilan seperti yang kubayangkan. Aku tidak bisa berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;Itu terjadi lebih dari 4 bulan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beberapa hari lalu, obrolan kami (yang hanya via sms) kembali menyinggung tentang blog. Sama seperti dulu, dia mencoba menggugah keinginanku untuk mempunyai blog. Sejujurnya, kali ini aku benar-benar sedang tidak berminat untuk berbagi cerita. Kalau ternyata akhirnya aku mempunyai blog sendiri itu karena kebaikannya yang membuatkan blog untukku (baik banget, kan, dia?). Alasan yang bisa aku terima kenapa dia membuatkan blog untukku adalah karena dia merasa senang aku bisa ngeblog. Alasan yang sederhana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hampir saja aku tidak jadi memiliki blog ketika aku sedikit tersinggung dengan apa yang dia katakan. Aku minta dia membatalkan blog itu walaupun aku tahu dia sedang mengerjakannya. Tampaknya dia juga tersinggung (tapi aku nggak tau pasti, dia benar-benar tersinggung atau sedang MENWA) karena aku minta dia membatalkan pembuatan blog-ku yang sudah separuh jalan. Yang jelas, dia tetap meneruskannya sampai selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mau buka blog posting pertama kali saja aku masih nggak tau sampai-sampai dapat pelototan. (malu, juga gemetar....)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun bukan aku yang membuatnya tapi aku senang sekali karena AKHIRNYA AKU PUNYA BLOG!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak pandai mengungkap perasaan tapi aku ingin mengucapkan terima kasih padanya karena sudah begitu baik mau membuatkan blog untukku. (aku jadi terharu....smpe mo nangis....).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tulisan pertamaku. Gimana bahasanya? Terlalu kakukah? Atau malah amburadul?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11285422-111034182883976772?l=the-simplicity.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://the-simplicity.blogspot.com/feeds/111034182883976772/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11285422&amp;postID=111034182883976772' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11285422/posts/default/111034182883976772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11285422/posts/default/111034182883976772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://the-simplicity.blogspot.com/2005/03/akhirnya-aku-punya-blog.html' title='AKHIRNYA AKU PUNYA BLOG...'/><author><name>estie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10555379268531662779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
